Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
(Q.S Ar Rum : 21)
Masuk SMA, sekolah kami berbeda — tapi lagi-lagi takdir punya rencana sendiri. Dia pindah rumah, tepat di dekat rumahku. Jadi kebiasaan lama itu berlanjut: melihatnya dari balik jendela, kadang berpapasan di jalan saat berangkat kerja, dan selalu disambut senyum ramah plus klakson khasnya. Komunikasi kami memang tidak intens, tapi perasaannya tidak pernah benar-benar pergi.
Waktu berlalu, masing-masing hubungan kami berakhir. Kami mulai dekat lagi — berawal dari alibi "tips diet dan gym" yang jelas-jelas bukan cuma soal diet. Effort-nya nyata, caranya tulus, dan akhirnya aku menyerah juga. Bukan karena kalah — tapi karena memang dari dulu, dia selalu yang ada di pikiranku.
7 Juni 2024 — Di restoran bakmi langganan kami di Thailand, dia melamarku secara pribadi. Cincin emas dipilihnya langsung dari toko, dan dipasangnya sendiri di jari manisku.
Juni 2024 — Dia pulang duluan ke Indonesia. Kami LDR, tapi tidak ada jarak yang benar-benar memisahkan.
Januari 2025 — Aku pulang ke Indonesia. Di bandara, sudah ada dia, bapakku, bapaknya, keponakanku, dan adikku — menjemputku bersama.
9 November 2025 — Dia datang bersama keluarganya ke rumahku, melamarku secara resmi di hadapan kedua orang tua dan seluruh keluarga besar kami.
KIRIM HADIAH
Dusun selang 1, RT/RW 012/003 ,desa Ciwaringin,kec.Lemahabang,kab.Karawang